Selasa, 27 Oktober 2015

Kerajinan Reog Di Ponorogo



LAPORAN OBSERVASI PADA SENTRAL INDUSTRI
 PENGRAJIN REOG DI RUMAH PRODUKSI MBAH MISDI

NAMA KELOMPOK :
1.      Aprilina Novitasari                     ( 01 )
2.      Hanis Ramadhani                       ( 06 )
3.      Luthfiatul Fuadah                      ( 12 )
4.      Melinda Fauziah                         ( 15 )
5.      Musarifah Ikhwana                   ( 16 )
6.      Nadila Nur Aini                           ( 17 )
7.      Nunung Wadah Jamilah            ( 19 )
8.      Triana Rumiati                            ( 26 )

MATA PELAJARAN PRAKARYA
SMA NEGERI 1 BABADAN
TAHUN PELAJARAN 2015/2016


LAPORAN OBSERVASI PADA SENTRAL INDUSTRI
 PENGRAJIN REOG DI RUMAH PRODUKSI MBAH MISDI

NAMA KELOMPOK :
1.      Aprilina Novitasari                     ( 01 )
2.      Hanis Ramadhani                       ( 06 )
3.      Luthfiatul Fuadah                      ( 12 )
4.      Melinda Fauziah                         ( 15 )
5.      Musarifah Ikhwana                   ( 16 )
6.      Nadila Nur Aini                           ( 17 )
7.      Nunung Wadah Jamilah            ( 19 )
8.      Triana Rumiati                            ( 26 )

MATA PELAJARAN PRAKARYA
SMA NEGERI 1 BABADAN
TAHUN PELAJARAN 2015/2016


DAFTAR ISI


Halaman Judul……………………………………………………………………………… i
Daftar Isi …………………………………………………......……………………………. ii
Kata pengantar………………………………………………………………………………iii
Bab I Pendahuluan ……………………………………………………….............................iv
1.1    Latar Belakang ……………………………………………..…………………  iv
1.2    Rumusan Masalah…………………………………..…………………………  iv
1.3    Tujuan Diskusi…….………………………………………………...………… v
1.4    Manfaat……………………………………………………...………………… v
Bab II Pembahasan ………………………………………………..………………............. 1
2.1  Awal usaha baru...……………………………...………………………………. 1
2.2  Cara melihat peluang usaha….…………..……………………………….......... 1
2.3  Cara memunculkan ide bisnis..…………………………………………..…….. 1
2.4  Cara memahami karakteristik pelanggan…………………………..………....... 1
2.5  Cara mengelola persediaan bahan baku………………………………………... 2
2.6  Fungsi Produk………………………………………………………………….. 2
2.7  Cara menjaga kualitas produk………………………………………………….. 2
2.8  Hambatan………………………………………………………………………. 2
Bab III Penutup …..………………………………………………………………………... 3
Lampiran…………………………………………………………………………….








KATA PENGANTAR
            Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah dan inayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “Laporan Obsevasi Pada Sentral Industri Kerajinan Reog”. Makalah ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas.
            Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari adanya kekurangan dan keterbatasan namun berkat bantuan, bimbingan, petunjuk serta dorongan dari semua pihak. Akhirnya makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih kepada :

1.      Bapak Ari Purwanto, S.Pd, yang telah membimbing kami dalam pembuatan makalah ini.
2.      Bapak Purwo Subiantoro S.Pd, sebagai wali kelas kami yang telah ikut serta mendukung kami.
3.      Bapak, ibu guru dan serta karyawan karyawati SMA N 1 BABADAN yang telah membantu, sehingga dapat terselesaikan
4.      Orang tua kami yang telah member kami semangat dan motivasi dalam mengerjakan makalah ini.
5.      Seluruh teman-temanku SMA N 1 BABADAN kelas XII IPA-3 yang telah memberi dukungan kepada kami dalam pembuatan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, maka kritik dan saran sangat diharapkan dalam perbaikan makalah ini.
                                                                                               
Babadan, 14 September 2015

                                                                                                                 Penulis
            



BAB I
PENDAHULUAN

Kerajinan adalah hal yang berkaitan dengan buatan tangan atau kegiatan yang berkaitan dengan barang yang dihasilkan melalui keterampilan tangan (kerajinan tangan). Kerajinan yang dibuat biasanya terbuat dari berbagai bahan. Dari kerajinan ini menghasilkan sebuah hiasan atau benda seni maupun barang yang bisa dipakai. Banyak sekali kerajinan khas Ponorogo, tidak hanya 1 atau 2 atau 3 bahkan puluhan kerajinan yang ada di Ponorogo. Misal Kerajinan Pembuatan Gong, Gamelan, Gendang, dan alat-alat untuk mengiringi tarian Reog Ponorogo. Ada juga kostum khas Ponorogo, seperti topeng Bujang Ganong atau kaos-kaos khas Reog Ponorogo, Ada juga pengrajin yang mengrajin Patung penari Reog Ponorogo. Reog Ponorogo pun juga dibuat di Ponorogo. Ponorogo memang memiliki pusat kerajinan yang memang tersebar di area Ponorogo, Misal di Sumoroto, di Jetis, di Paju dan di Jalan Kumbokarno tepatnya pada Gang JL.Larasati. Kadang juga kerajinan khas Ponorogo di ekspor diluar Ponorogo ada juga kerajinan khas Ponorogo yang dijadikan souvenir pernikahan. Bahkan ada juga kerajinan produk Gamelan yang mendapat penghargaan dari Pemerintah Amerika Serikat. Produk Kerajinan Ponorogo, tidak hanya di dalam negeri saja bahkan hingga ke mancanegara, Misalnya Malaysia, Suriname dan Amerika Serikat.
1.1 Latar Belakang
Kerajinan di Ponorogo sangat banyak sekali salah satunya adalah kerajinan gantungan kunci khas ponorogo dan juga patung yang dibuatnya dan kita akan membahasnya di BAB PEMBAHASAN
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka yang menjadi masalah dalam diskusi kali ini adalah :
a)      Bagaimana cara memulai usaha baru?
b)      Bagaimana cara melihat peluang usaha tersebut?
c)      Bagaimana cara memunculkan ide bisnis tersebut?
d)     Bagaimana cara memahami karaketristik pelanggan?
e)      Bagaimana cara mengelola persediaan bahan baku?
f)       Apakah fungsi dari produk tersebut?
g)      Bagaimana cara menjaga kualitas produk tersebut?
h)      Bagaimana segmen pasarnya?
i)        Apa sajakah hambatan yang dihadapi?

1.3    Tujuan Diskusi
a.     Tujuan Umum
Mengetahui cara memulai usaha baru berdasarkan peluang bisnis.
b.    Tujuan Khusus
Mengidentifikasi cara memumculkan ide bisnis, mengelola dan menjaga kualitas produk.

1.4  Manfaat
Menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman dalam membuka usaha baru dengan melihat peluang bisnis.


  
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Biografi Narasumber
Narasumber yang kita wawancara dan observasi ialah Mbah Misdi, Beliau seorang pengrajin Reog, alat-alat kesenian Reog semua Beliau produksi, bahkan hingga miniatur-minatur Reog beliau hasilkan. Awalnya beliau ialah seorang penari Reog dan sekarang beliau menjadi pengrajin. Hasil produksinya hingga ke luar kota bahkan hingga ke luar negeri. Usaha yang dikelola beliau berdiri sejak tahun 1971. Usahanya di Jalan Larasati, salah satu gang di Jalan Kumbokarno, Ponorogo.
B.     Cara memulai Usaha
Usaha ini berdiri pada tahun 1971 dengan niat awal yakni hanya coba-coba. Namun ternyata produk yang dihasilkan narasumber sangat digemari oleh Konsumen atau pelanggan, sehingga beliau akhirnya memproduksi karya-karyanya dan dijual.
C.     Cara melihat peluang Usaha
Pada saat itu narasumber melihat seberapa besar peluangnya dalam usaha ini karena belum banyak yang memulai usaha kerajinan Reog. Meskipun Reog adalah budaya asli Ponorogo.
D.    Cara memunculkan ide bisnis
Pada awalnya sebelum munculnya ide untuk usaha ini, narasumber berprofesi sebagai penari Reog Ponorogo, lalu Beliau menemukan kayu bahan baku pembuat topeng tidak terpakai. Muncul inisiatif untuk membuat topeng. Tak disangka topeng buatan beliau laku, lalu ia membuat karya selain topeng misalnya seperti barongan, pujangga anom (Bujang Ganong), Dadak merak. Dan pada akhirnya beliau memutuskan untuk menjadi pengrajin reog dan miniatur reog.
E.     Cara memahami karakteristik Pelanggan
Narasumber selalu berusaha untuk memenuhi keinginan pelanggan atau konsumen


F.      Cara mengelola persediaan bahan baku
Jika konsumen menghendaki bahan baku produknya asli, Narasumber berusaha mewujudkan keinginan pelanggan. Beliau mencari hingga ke luar kota bahkan hingga ke luar pulau. Jika bahan baku sudah habis, Beliau menghubungi orang yang memang mendistribusikan bahan baku pembuat reog ke rumah beliau.
G.   Fungsi dari Usaha beliau ini ialah tak lain untuk memperkenalkan budaya reog di luar kota bahkan ke luar negeri.
H.   Beliau selalu mempertahankan kualitas produknya dengan cara meningkatkan kualitas produknya.
I.       Segmen pasarnya yaitu dengan cara mendistribusi ke toko kesenian. Apabila ada yang memesan langsung ia juaga bisa melayaninya langsung.
J.      Hambatan dari usaha beliau ialah omset yang tidak tentu setiap bulannya dan sulitnya untuk mencari bahan baku yang asli.
 



BAB III
PENUTUP

Demikian laporan observasi dari Kelompok kami yang mengobservasi Rumah Produksi Mbah Misdi yaitu pengrajin Reog Ponorogo. Laporan dapat terselesaikan dengan baik berkat bantuan dari semua pihak. Kami sangat berterimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu, mensupport dan mendoakan kami, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Observasi Prakarya dengan baik tanpa kendala suatu apapun. Semoga laporan observasi dari kami dapat memberikan manfaat yang dapat menambah ilmu pengetahuan, dapat menambah wawasan, dan semoga kisah Mbah Misdi dapat menjadi inspirasi kami semua. Laporan ini jauh dari sempurna, maka kami sangat membutuhkan kritik dan saran. Hasil dari laporan kami, kami dapat mengerti bagaimana cara tentang membuat gantungan kunci agar hasilnya baik dan bagus, bagaimana cara berbisnis dari mulai nol, memahami tentang kerajinan khas Ponorogo, salah satunya pengrajin Reog. Menghargai akan artinya kerajinan atau kesenian yang ada di kota kelahiran kami, yang kaya akan kerajinan Ponorogo, salah satunya pengrajin peralatan Reog yang sudah kami observasi dan teliti.